Selasa, 15 November 2011

Selasa, 15 November 2011

Hari ini, hari yang sebenernya merupakan hari yang paling membosankan pada tiap minggunya.. Ya memang bener sih... Hari ini sebenernya memang harus menghadapi mata kuliah-mata kuliah yang sangat membosankan.. Bahkan aku sampai bolos mata kuliah MSDM.
Ternyata,, ga cuma itu.. WS membuatku tambah puyeng banget hari ini.. Semuanya bikin aku keteteran banget nih...
Cukup baik lah buat aku hari ini,, dalam kondisi kaya gini,, paling ngga aku bisa menjalankan misi'ku   sampai akhir..
Buat Elly,, thanks banget buat hari ini.. Uda bantuin banyak banget.. Buat Que,, yang sabar aja.. Mungkin di sini pelajaran dari Tuhan yang di berikan pada kamu.. Coba kamu renungkan kejadian hari ini.. Apa kesalahan yang mungkin kamu lakukan?? Dan bagaimana kira-kira kamu menyikapai semua ini..

Oiiaa,, ada beberapa hal yang harus jadi evaluasi buat aku... Yang pertama masalah keteledoran yang sering aku lakukan.. Bahkan karena keteledoranku, aku menghilangkan Flashdisk milik Jun.. Jadi aku harus bertanggung jawab dan aku akan menggantinya... Kedua,, masalah manajemen keuanganku.. Setelah Elly mengingatkanku,, aku jadi sadar juga.. Rasanya mulai sekarang aku harus mulai berhemat.. Karena, aku juga ga mau terlalu merepotkan orang tuaku seh...

Aku berharap, semoga besok segala aktivitasku dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dan tanpa ada hambatan.. Dan besok menjadi hari yang lebih baik dari hari-hari yang sebelumnya..

Senin, 14 November 2011

Senin, 14 November 2011

Hari ini hari yang cukup melelahkan.. Dimana hari ini aku hanya tidur selama 3,5 jam saja.. Sehingga hari ini aku tidak dapat menjalankan aktivitasku dengan maksimal karena di dera rasa kantuk yang sangat..
Tidak seperti yang kubayangkan pula,, hari ini misiku berjalan kurang baik.. dapat dikatakan pula bahwa misiku hari ini gagal..
Apalagi selain di serang rasa kantuk ini,, badanku kurang dapat di ajak bersahabat.. Perutku panas banget.. Hingga aku bener" ga isa konsen... misi untuk berekspresipun gagal...
Inilah yang harus menjadi evaluasiku hari ini.. Hari yang cukup buruk buat aku.. Apalagi besok ada kuis MK dan aku sama sekali belom mempersiapkannya...
Semoga besok kondisi perutq membaik sehingga aku bisa bener" belajar untuk mmepersiapkan kuis MK..
Dan aku berharap segala aktivitasku besok dapat berjalan dengan baik.. Misi"ku dapat berjalan dengan lancar.. Dan semua sesuai dengan apa yang telah Kau rencanakan..

Kunci Hidup Menjadi Pemenang

1 Korintus 9:24
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Firman Tuhan mengatakan bahwa hidup ini seperti gelanggang pertandingan. Kalau kita ingin menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut, maka ada tiga hal yang harus kira taklukkan.

1. Jarak.

Secepat apapun seorang pelari berlari, tetapi jika tidak menyelesaikan jarak yang ditentukan, maka ia tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Itu berarti dalam kehidupan, kita harus konsisten berjuang sampai garis finish.

2. Waktu.

Apabila jarak yang ditentukan dapat diselesaikan, tetapi dengan waktu yang lebih lambat dari pelari yang lain, ia juga tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Demikian juga dengan kehidupan kita. Kita harus dapat menggunakan waktu seefisien mungkin, dengan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia.

3. Sikap diri.

Selain jarak dan waktu, seorang pelari yang ingin menang harus mampu menaklukkan diri sendiri, khususnya sikap cepat puas diri dan tidak mau untuk menanggung kesulitan dalam dirinya. Tidak ada kemajuan tanpa kesulitan.

Menjadi seorang pemenang, berarti dapat menaklukkan tantangan sesulit apapun dalam hidup Anda.

Label:

Minggu, 13 November 2011

Minggu,, hari ini hari yang biasanya aku lalui dengan malas"an.. Namun hari ini beda banget.. Hari ini rasanya sibuk banget.. Entah hari ini hari yang beneran sibuk atau gara" aku sendiri yang cari" kesibukan.. :p
Yang jelas, segala kesibukanku hari ini sangat bermanfaat nanget bagi aku...
Dari bangun pagi kemudian bersih-bersih kamar yang uda lama ga ke urus,, muter" cari UMKM, dan ke gereja..

Yang aku sesalkan, hari ini ga tau kenapa ketika d gereja ga bisa konsen kaya biasanya.. Pikiran seolah melayang tak tahu kemana..Sehingga cuma dikit banget yang aku dapaetin kemaren.. "Jangan pernah menuntut kepercayaan lebih sebelum dirimu membuktikan bahwa kamu pantas mendapatkan kepercayaan itu".. Mungkin itu satu kalimat penting yang harus di garis bawahi.. 


Oiiia,, misi untuk hari ini sukses besar sih,, ga seperti hari" biasanya... Cukup memuaskan...
Semoga besok misi"ku dapat berjalan lagi dengan baik, semuanya dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan, tanpa ada hambatan.. Semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana-Mu..



Minggu, 13 November 2011

Sabtu, 12 November 2011

Kembali lagi, nothing special in this day.. Dimana aku melakukan segala rutinitasku seperti biasa namun dengan aktivitas yang sedikit berbeda.. 

Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan.. Hampir seharian aku berada di jalanan buat cari UMKM.. Dan hasilnya cukup mengecewakan.. Di atas terik matahari yang panas,, hasil yang kudapat sangat" tidak memuaskan.. Di sini aku bener" berusaha untuk menahan rasa dimana ada emosi dan rasa kecewa tercampur jadi satu..
Tapi ga apalah.. Ini kembali mengingatkanku bahwa tidak semua yang aku inginkan akan selau terjadi sesuai dengan kehendakku.. Dan aku yakin terkadang kegaggalan itu penting.. Dengan kegagalan kita akan tahu apa itu arti keberhasilan..

Untuk misi hari ini,, aku rasa cukup sukses juga.. Semuanya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang aku harapkan.. Mungkin untuk kedepannya yang masih perlu aku evaluasi adalah kepekaanku terhadap keadaan diriku.. hehehe :)
Terkadang lalai juga seh.. Ujung"nya ya gitu lagi...

Aku harap untuk kedepannya akan berjalan lebih baik...

Jumat, 11 November 2011

Kerajaan Allah akan Datang

(Keb 7:22-8:1; Luk 17:20-25)
"Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini." (Luk 17:20-25), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Kerajaan Allah atau Allah yang meraja memang tak dapat dilihat dengan mata kepala kita, namun 'ada di antara kamu'. Allah yang meraja antara lain menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur, maka selayaknya siapapun yang dirajai oleh Allah akan mengalami atau menghadapi aneka penderitaan, tantangan dan hambatan, mengingat dan memperhatikan kemerosotan atau kebejatan moral masih marak di sana-sini dalam aneka bidang kehidupan bersama. Menjadi Paus atau Uskup pada umumnya juga menghadapi aneka masalah dan tantangan alias harus siap sedia untuk 'stress', dengan demikian para gembala kita dituntut untuk mahir dalam 'menejemen stress' alias mengelola stress. Jika kurang mahir dalam 'menejemen stress' akan mudah jatuh sakit. 'Menejemen stress' kiranya penting bagi kita semua untuk kita latih, dalami dan perkembangkan dalam aneka bidang kehidupan atau kerja bersama kapan pun dan di mana pun. Paus Leo Agung yang kita kenangkan hari ini "adalah suri teladan bagi siapa pun yang memimpin umat Kristen. Ia penuh semangat, berhati lapang, tetap dalam pendirian, pantang menyerah dalam tugas, beriman teguh pada pusat misteri Kristus yang terdalam: penjelmaan Sang Sabda" (Yayasan Cipta Loka Caraka: Ensiklopedi Orang Kudus/cetakan kelima, Jakarta 1985, hal 193). Kami berharap kepada siapapun yang berpartisipasi dalam memimpin atau melayani umat Allah meneladan semangat Leo Agung yang kita kenangkan hari ini, karena Ia adalah suri teladan bagi siapapun yang memimpin umat Allah, khususnya umat Kristen.     
·   "Di dalam dia ada roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam, tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh, yang arif, murni dan halus sekalipun" (Keb 7:22-23), demikian gambaran perihal kebijaksanaan. Sifat-sifat kebijaksanan di atas ini selayaknya juga menjadi sifat-sifat para peemimpin dalam kehidupan bersama dimana pun, dalam bidang dan tinngkat kehidupan apa pun. "Mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda.., murah hati dan sayang akan manusia", inilah mungkin sifat-sifat yang hendaknya kita usahakan, perdalam dan perkembangkan. Para pemimpin hendaknya tidak hanya duduk di kursi empuk di kantor atau kamar kerjanya saja, melainkan dengan murah hati dan sayang akan manusia mendatangi atau mengunjungi yang mereka pimpin. Sapalah dan bercakap-cakaplah dengan yang anda pimpin atau layani. Memang agar sapaan dan percakapan menghasilkan buah yang baik, menyelamatkan dan membahagiakan, dari pihak kita dituntut 'jernih dan tak bernoda'. Ingatlah, sadari dan hayati bahwa terpilih sebagai pemimpin antara lain karena anda sebagai yang paling jernih dan tak bernoda alias yang tersuci. Memang dalam kehidupan bersama sebagai umat beragama mereka yang tersuci lah yang harus dihormati dan dijunjung tinggi, dan tentu saja semuanya juga dipanggil untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang suci, jernih dan tak bernoda. Orang yang jernih dan tak bernoda tak akan mudah tergoyang oleh aneka tawaran atau godaan atau rayuan yang hendak menggerogoti kejernihan atau kesuciannya, sebaliknya tawaran atau godaan atau rayuan tersebut dihayati sebagai wahana untuk semakin jernih dan tak bernoda, ia menghayati sebagai api membara yang membakarnya, dan dengan demikian semakin nampak kejernihan, kemurnian dan kesuciannya.
" Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada. Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau" (Mzm 119:89-91)

Label:

Jumat, 11 November 2011

Hari ini tanggal 11 November 2011,, hampur semua orang yang kutemui hari ini mengatakan bahawa hari ini adalah "Special Day".. Menurutku biasa aja seh.. Ga ada yang spesial hari ini..
Dimana aku tetap menjalani segala rutinitasku layaknya hari-hari biasa..

Pagi ini aku sudah membuat kesalahan yang seharusnya tidak aku lakukan.. Dimana aku sengaja datang terlambat pada mata kuliah Komunikasi Bisnis.. Seharusnya kelas dimulai pk. 07.0o. Namun, aku dan temen" malah datang jam 07.30 dimana kelas sudah berlangsung selama 30 menit.. Dan meskipun sudah datang terlambat, aku ga merasa salah malahan masih sempat-sempatnya bercanda dengan temen"ku.
Aku gag tau gimana rasanya aku apabila aku berada dalam posisi dosen waktu itu.. Yang jelas, aku pasti sangat marah melihat kelakuan tersebut..
Maka,, kedepannya aku akan berusaha untuk lebih menghargai orang.. Karena, jika aku ingin dihargai, maka aku juga harus menghargai orang lain..

Tadi sempet juga aku tertidur karena ga kuat menahan rasa kantuk... Thanks banget buat Elly yang uda nemenin tadi... Ini semua sebenernya juga merupakan suatu kesalahan yang aku perbuat.. Aku kesulitan memanage waktu yang aku punya untuk berorganisasi, kerja tugas dan istirahat.. Dan beginilah akibatnya.. Untung aku masih punya temen" yang bisa ngertiin aku.. Thanks Elly.. Thanks Que..

Namun, hari ini aku cukup puas,, karena tugas" buat WS maupun tugas kuliah sudah beres.. Sekarang tinggal menunggu tugas" berikutnya yang akan datang esok... 
Aku harap aku ga melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.. Dan semoga semuanya akan berjalan dengan lancar selalu..

Kamis, 10 November 2011

Hari ini aku sibuk banget,, di mana aku harus pontang-panting ke sana kemari ngurusin proposal dana, proposal acara, tugas KWU, tugas MO dan tugas-tugas lainnya..
Bener-bener hari yang sangat melelahkan..
Namun, hari ini aku cukup puas juga,, dimana paling tidak misiku aku rasa cukup berhasil.. Biasanya dalam kondisi seperti ini, misi-misiku ini menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan..

Hari ini pula, keadaan sudah mulai membaik.. Dan dari kejadian kemarin aku belajar banyak.. Dan jujur, aku harus bener-bener berhati-hati.. Karena sangat dimungkinkan kondisi dimana hal salah menjadi benar, dan hal bener jadi salah...

Paling ngga kau uda tahu dimana letak kesalahanku.. Sebisaku aku akan ubah ke arah yang lebih baik..
Mulai sekarang harus buka lembaran baru... Anggaplah kertas putih tanpa goresan tinta di dalamnya..

Semoga kedepannya, semua dapat berjalan lebih baik lagi..

Rabu, 9 November 2011

Hari ini semua masalahku dapat terselesaikan dengan baik.. Meskipun menurutku penyelesaian masalah yang kurang adil.. Karena di satu sisi masih ad unsur pemaksaan di dalamnya.. 
Okelah,, aku rasa masih dapat di terima.. Dan lebih baik mengalah serta perbaikin keadaan aja deh.. Supaya ga ada yang ganjal juga ketika mau kerja buat WS..

Meskipun aku cukup kecewa dengan hasil seperti ini,, aku cukup bangga juga dengan Elly yang mau meminta maaf meskipun mungkin letak kesalahan terbesar bukan di dia.. Hebat sih..

Dan juga aku cukup menyesalkan keteledoranku untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kulakukan.. Sehingga aku harus merepotkan orang lain..
Mulai saat ini aku harus lebih teliti lagi...

Untuk saat ini, aku harus lebih meningkatkan misiki terlebih dalam hal berekspresi.. Paling ngga harus bener-bener punya topeng yang kuat.. Aku rasa itulah yang di harapkan mereka..

Aku hanya dapat berharap saja.. Semoga kalian semua akan tahu yang sebenarnya seiring berjalannya waktu.

Selasa, 08 November 2011

Selasa, 8 November 2011

Hari ini setidaknya misi-misiku hampir dapat dikatakan berhasil.. Tidak ada emosi hari ini..
Tidak ada umpatan hari ini.. Hari ini berjalan cukup baik..
Namun,, memang masih ada yang harus dievaluasi dari diriku..
Untuk mempertahankan hal seperti ini bukanlah hal yang mudah bagi aku..
Aku bener" butuh dukungan penuh dari orang".. Orang" yang begitu penting buat aku.. Que dan Elly..


Hari ini juga aku merasa terbebani dengan banyaknya tugas untuk minggu ini.. Semuanya sangat berat.. Aku sangat menyesalkan banyak waktuku yang terbuang hari ini untuk melakukan hal yang sia".. Harusnya, paling tidak aku bisa nyicil buat kerjain tugas" yang lain..
Supaya ntar ketika hari "H" ga kelabakan.. Kalau sudah dalam keadaan kaya gini,, pastilah besok harus kerja ekstra mati"an...
Hal ini juga yang harus menjadi bahan evaluasi buat aku...

Untuk besok aku hanya bisa berharap semua tugas"ku dapat kuselesaikan dengan baik..
Dan esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari" yang sebelumnya..

Andoy Anak Yang Selalu Bersyukur

Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Tuhan¡K kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita juga memiliki iman seperti Andoy? Apakah kita juga berdoa untuk teman-teman seperti Andoy? Apakah kita juga tetap mengucap syukur disaat sulit seperti Andoy? Andoy sangat mengasihi Tuhan Yesus, dan menyebutnya Sahabat tepat seperti kata Yesus di dalam kitab Injil Yohanes 15;14 ¡§kamu adalah sahabatku jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu¡¨.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.

Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"

Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."

Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.

Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.

Firman Tuhan berkata di dalam Kitab Roma 8 : 28; Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.¡¨

Mari kita sama-sama berdoa;

Tuhan Yesus yang baik...
Seperti engkau mengenal Andoy dalam cerita tadi, Engkau juga mengenal kami. Ampunilah kami jikalau selama ini kami tidak berlaku setia; Kami hanya mengucapkan syukur kepadaMu saat keadaan kami baik, tetapi ketika kami mengalami masalah dan kehidupan kami menjadi sulit kami mengeluh dan tidak mengucap syukur.

Saat ini ya Tuhan Yesus...
Ajarlah kami mengucap syukur
Saat kami bersedih karena Engkaulah penghibur kami.
Saat kami sakit karena Engkaulah dokter yang ajaib.
Saat kami kecewa karena Engkau tidak pernah mengecewakan kami.
Saat kami lemah karena Engkau memberi kekuatan kepada kami.
Saat kami gagal karena Engkau tak pernah gagal.
Saat kami putus asa karena Engkaulah penolong kami

Tuhan Yesus yang baik...
Kini kami tahu bahwa dengan mengucap syukur dalam susah dan senang kami
Menyenangkan hatiMu.
Dalam namaMu Ya Tuhan Yesus kami berdoa. Amin

Label:

Senin, 7 November 2011

Hari ini masih banyak sekali yang harus aku evaluasi dari diriku..
Awalnya seh, aku pengen banget buat hari ini bener" menjadi hari yang menyenangkan.. Karena aku sadar,, dengan terus tertawa bersana anak", paling ngga aku melupakan peningnya kepalaku yang nyut"an dari kemarin malam..

Namun,, yang ada malahan dari pagi uda mulai BT liat tingkahnya si Abu.. Belum lagi anggota kelompok'ku yang ga bisa di ajak kerja sama..
Dengan kata lain,, sebenernya emosiku ini masih labil juga..
Dan dapat dikatakan juga kalau misi"ku hari ini kurang berhasil..

Hari ini,, aku juga mulai merasa bahwa si Abu sebenernya uda mulai curiga dengan perubahan sikapku, Elly, dan Que.. Namun,, biarkanlah saja lah.. Biarlah waktu yang menjawab semuanya..

Aku hanya bisa berharap agar besok aku mampu menjadi lebih baik lagi..

Minggu, 06 November 2011

Minggu, 6 November 2011

Hari ini hari yang sangat tenang.. Dimana aku bermalas"an terus hari ini.. Dari bangun pagi sampai sore hari ini aku sama sekali ngga beranjak dari tempat tidurku.. Bener" saat istirahat yang sempurna.. Hingga aku rasa misi"ku hari ini sangatlah berhasil.. Tak ada seorangpun yang mengganggu dan buat aku BT..

Dan akhirnya saat yang kutunggu datang juga.. Misa.. Dimana aku selalu banyak mendapat inspirasi dan pelajaran" berharga mengenai hidup..
Tema hari ini adalah "Bijaksana".. Yang ku ingat dari khotbah romo tadi ialah :
Bersiap-siap dan berjaga"lah selalu dalam hidup.. Kita tidak tahu kedepannya nanti kita akan seperti apa.. Jadilah seseorang yang bijaksana.. Bijaksana adalah orang yang mampu mengkombinasikan pembelajaran akan pengalaman hidup kita masing" dengan pengalaman hidup orang lain.. Belajarlah dari cerita 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh dalam cerita "Mempelai datang! Songsonglah dia!"

Dalam hidup ini,, ada saat dimana kita harus berbagi.. Namun, ada saatnya pula kita tidak dapat untuk berbagi.. Apakah itu..?? Yaitu Keselamatan.. Keselamatan memang juga dapat berasalah daripada berbagi,, namun keselamatan merupakan tanggung jawab masing".. Dan tanggung jawab inilah yang tidak dapat dibagi.. Kita benar" harus mengupayakannya secara personal..

Dari sini aku mulai sedikit paham... Beruntung banget aku ikutin misa hari ini meskipun ketika berangkat sedikit gerimis sih..

Dan sepulang gereja aku sedikit kehujanan sehingga membuat malam ini badanku terasa panas dan sedikit pusing.. Aku harap esok keadaanku membaik dan mampu menyelesaikan segala tugas" yang ada..
Semoga esok hari menjadi hari yang lebih baik dari hari" yang sebelumnya..

Mempelai Datang!!! Songsonglah Dia!!!

Mat 25:1-13


Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya. "Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima diantaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh itu membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minya dalam buli-bulinya. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, "Mempelai datang!!! Songsonglah dia!!!" Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, "Berilah kami sedikit dari minyakmu, sebab pelita kami mau padam." Tetapi yang bijaksana menjawab, "Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi membelinya pada penjual minyak." Tetapi, sementara mereka pergi membelinya, datanglah mempelai, dan mereka yang telah siap sedia masuk ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, " Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!" tetapi Tuan itu mrnjawab, " Sungguh aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu."
"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maut saatnya."


Dikutip dari Bacaan Kedua Misa Harian tanggal 6 November 2011.

Label:

Bingkisan Kata "Anakku"

Betapa terkejutnya aku sore itu, sepulang dari bekerja aku telah dibuat kesal oleh anak semata wayangku, Ira.. Bagaimana tidak, piring-piring yang telah pecah berserakan. Belum lagi nasi didalam panci yang tumpah, berceceran kemana-mana.

anakku
“Ya ampun, Ira! Apa yang telah kau perbuat??” bentakku padanya. Ia hanya diam saja, terkejut. Dan sedikit demi sedikit bulir-bulir kecil menetes dari matanya yang mungil.

Sudah sering sekali anakku yang berumur tujuh tahun itu membuatku kesal. Dari piring yang selalu dipecahkannya, pakaian dalam lemari yang diobrak abrik, dan sampah berupa kertas yang selalu berserakan takkala aku pulang kerumah sehabis bekerja. Jika sudah terlanjur kesal seperti itu, maka tanpa panjang lebar lagi kutarik Ia lalu kupukuli tangan dan pantatnya. Sedangkan Ia hanya merengek dan mengerang, tanpa berteriak minta tolong. Bukan karena Ia tak mau minta tolong, tapi karena anakku itu memang tak bisa berbicara.


*********


Ibu dan ayahku terhenyak ketika mengetahui aku telah hamil tiga bulan diluar nikah. Aku telah dihamili oleh kekasihku sendiri, tapi bukannya Ia bertanggung jawab malah pergi meninggalkanku tanpa rasa belas kasihan sama sekali. Ibu dan Ayah lama-lama tak tahan menanggung aib keluarga yang telah ku bawa kerumah. Akhirnya mereka tak mau lagi menganggapku anak lagi. Mereka lantas mengusirku dari rumah. Hatiku sangat perih kala itu. Ku kutuk-kutuk anak haram yang saat itu tengah ku kandung. Dari situlah semua kebencianku berasal.


Paska pengusiranku dari rumah, akupun tinggal di sebuah kos kecil yang biaya pembayarannya ku dapatkan dari hasil upah mencuci baju. Dan selama masa kehamilanku, seringkali aku berusaha menggugurkan kandunganku itu. Aku tak mau anak haram ini lahir kedunia.Berbagai cara ku lakukan, dari minum obat-obatan sampai terkadang aku memukul-mukul perutku sendiri. Perlu diketahui, para tetanggaku tak ada yang tau kalau aku mengandung anak diluar nikah. Karena aku katakana kepada mereka bahwa ayahnya mati takkala usia kehamilanku berumur tiga bulan. Sekuat apapun aku mencoba menggugurkan kandunganku, ternyata Tuhan punya rencana lain. Anak ini tetap lahir kedunia. Tetapi keadaannya sungguh diluar dugaanku, kaki kanannya lebih pendek dibandingkan kaki kirinya. Ternyata anakku terlahir dalam keadaan cacat.


Aku malu mempunyai anak haram yang cacat. Walaupun para tetanggaku tak ada yang tau, tetap saja aku merasa jijik dengan anak itu. Namun, aku terpaksa tetap membesarkannya dengan susah payah. Perkembangan anakku terasa normal-normal saja hingga suatu saat ku ketahui ada satu hal yang terasa ganjil. Selain kaki kanannya yang tumbuh secara tidak normal, ternyata saat anak-anak seusianya telah lancar berbicara anakku bahkan tak bias menyebutkan satu katapun. Sejak saat itu aku tau, ternyata selain cacat anakku juga bisu. Entahlah, terkadang ada sebuah penyesalan karena telah melahirkannya. Lebih baik kubunuh saja Ia setelah ku melahirkannya.


Saat umurnya menginjak enam tahun. Ira kumasukkan ke salah satu sekolah dasar di kota ini. Walaupun prestasinya tidak terlalu buruk disekolah tapi aku tetap tak bisa menerimanya sebagai anakku. Mungkin aku terlalu trauma dan benci dengan masa laluku. Bagaimana tidak, karena anak haram inilah aku di usir dari rumah, karena anak cacat inilah hidupku menderita seperti ini. Hingga aku harus banting tulang hanya untuk menghidupi seorang anak yang cacat dan bisu. Bahkan aku terlalu malu untuk datang ke sekolahnya setiap ada pertemuan antara guru dan orang tua.


Seperti biasa,pada jam empat sore aku pulang dari rutinitas pekerjaanku. Berharap sesampai dirumah bisa menemukan ketenangan, tapi aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Kamar mandi telah digenangi oleh air yang berasal dari keran yang mungkin lupa ditutup oleh Ira.

“Ira. Apa-apaan ini?” Aku berteriak sekeras mungkin. Lalu ku cari Ia didalam kamar, ternyata kamar kosong. Ku cari Ia dibelakang rumah, tetap nihil.

“Ira. Dimana kamu?!?!” Aku berteriak lebih kencang lagi, tapi tak kunjung Ia menampakkan diri. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari kerumah tetangga. Dan ternyata benar, Ia sedang bermain disana. Tanpa panjang lebar lagi, ku tarik tangannya dengan paksa. Aku tak peduli lagi dengan tatapan mata para tetangga. Kesabaranku benar-benar habis kali ini. Sesampai dirumah, kupukul ia, puas memukul langsung kumasukkan dirinya kedalam kamar mandi yang tentu saja masih tergenang air. Anakku itu mencoba berontak, tapi tenaganya yang kecil itu tak seberapa menghadapi iblis yang telah merasuk dipikiranku. Kulihat Ia hanya merengek dan meronta. Seandainya Ia bisa bebicara, mungkin saja Ia akan berteriak minta tolong atau bahkan mengumpat dan mengutuk-ngutuk aku yang kejam ini.


Setelah puas melampiaskan kemarahanku padanya. Akupun terkulai ditempat tidurku, entah capek karena habis marah atau memang capek karena baru saja pulang bekerja akupun tertidur. Sekitar pukul enam tiga puluh aku baru terbangun.

“Ya ampun. Aku belum sempat beres-beres.” Segera aku beranjak dari tempat tidur dan mulai berberes-beres. Baru kali inilahrumahku yang tampak paling berantakan. Dapur kotor,diruang tamu berhamburan banyak sekali kertas yang berasal dari buku tulis anakku yang dengan susah payah aku beli, tapi dengan mudahnya Ia mencoret-coret lalu membuangnya begitu saja. Kupunguti kertas itu satu persatu sambil bibirku menggerutu berkepanjangan. Tapi timbul rasa penasaranku akan apa yang dicoretkan oleh anakku di kertas-kertas itu. Akupun lalu membuka salah satu dari kertas yang kupungut. Dan aku tak percaya dengan yang ku lihat dan kubaca. Sebuah tulisan acak-acakkan dari seorang anak sekolah dasar yang cacat dan bisu.

Bunda,Ira minta maaf kalau selama ini Ira nakal
Ira juga minta maaf,udah buat bunda kecewa dengan keadaan Ira
Tapi bunda,tolong jangan pukuli Ira,Ira janji nggak akan nakal dan akan nurut sama bunda
Bunda,Ira ingin sekali berbicara pada bunda
Tapi setiap bibir Ira mau Ira buka, rasanya seluruh kepala Ira jadi sakit
Bunda, jika Tuhan mengizinkan Ira dapat berbicara
Ira ingin sekali mengatakan pada bunda
Betapa Ira sangat sayang pada bunda

Tiba-tiba seperti ada sekat yang mencekat di kerongkonganku setelah membaca tulisan itu. Rasanya seperti ada benalu berduri yang menjalari hati. Entahlah, sungai air mata pun tak terbendung menjadikannya sebuah air terjun yang membasahi pipi.

“Ira, dimana Ira?” Aku tersadar dan segera mencarinya. Aku baru teringat, beberapa jam yang lalu aku mengurungnya di dalam kamar mandi.

“Ira!!!” Aku menjerit, hingga tetangga berhamburan, kaget menghampiri rumahku. Aku terkulai lemas dikamar mandi melihat anak semata wayangku tak sadarkan diri. Wajahnya begitu pucat, tubuhnya pun sangat dingin. Kini aku baru menyadari, bahwa perbuatanku kepadanya sangatlah keji. Ku sadar, semua yang terjadi ini tak ada hubunganya dengan Ira, apalagi sampai menyalahkannya. Dan ada satu hal yang kini aku percayai. Mungkin Ia memang cacat, mungkin Ia memang bisu. Tapi aku percaya, Ia mampu untuk berbicara. Berbicara dengan hatinya. Bukan hanya satu kata, melainkan beribu kata.



Sesampainya dirumah sakit, Ira langsung di bawa ke ruang unit gawat darurat. Aku menunggu di luar. Detik demi detik berlalu menjadi menit, menitpun berlari menuju jam. Hingga akhirnya pintu ruangan itu terbuka, seorang dokter keluar.

“Bagaimana dok keadaan anak saya,Ira baik-baik saja kan?” Aku memburu pertanyaan kepada sang dokter, air mata terus membanjiri kedua pipiku. Tapi sang dokter tetap diam.

“Dok, apa yang terjadi?Tolong jawab dok!” ku getar-getarkan bahu sang dokter, berharap sang dokter memberikan jawaban yang mampu menenangkan kegelisahanku. Sang dokter hanya mendesah dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku lemas tak berdaya. Air mata semakin tumpah membanjiri pipi.

“Maafkan bunda,Ira.” lalu semua tampak gelap bagiku.



**********



Aku terbangun dari tidurku, namun ketika membuka mata aku sadar aku tak berada di dalam kamarku. Ini hanya sebuah ruangan kecil dengan pintu berterali. Entah, sudah berapa tahun aku menginap disini. Aku sudah tak bisa lagi mengingat tanggal, bulan, apalagi tahun. Yang ku tau, waktu itu terasa sangat lama. Seoran wanita berpakaian seperti seorang suster atau perawat lalu membuka terali yang mengurungku dan menarikku keluar dari ruangan itu. Kulihat banyak sekali orang-orang yang berperilaku aneh disini. Ada yang bergoyang-goyang sendiri, ada yang diam bagai patung, dan ada yang berteriak-teriak tak jelas. Dan aku sadar, kini akupun menjadi salah satu bagian dari mereka.


THE END
 
Sumber : Pulpen ( Hendri Ingin Seperti Awan )

Label:

Tak Selamanya Bersinar

Terbang tinggi-tinggi bukan berarti harus selalu di awan, 
puncak gunung  tak selamanya menjadi yang terindah,

Si Raja Angkasa tak selamanya hidup di awang-awang,
semua kelak akan kembali menjad debu, ibarat pasir di tepi jalan.

Mungkin saja berjuang merubah dirinya menjadi mutiara di tengh lautan, 
tapi tak selamanya bersinar ibarat bintang yang terang,
luluh lantah bak guruh menerjang dengan nyanyian suara renta di atas karang.

Ingatlah wahai kau manusia, 
tak selamanya engkau di atas, segera bersadarlah.

Tuhan akan mengingat kita di waktu susah, jika kita mengingat Tuhan di waktu senang.

By : Henry Stefanus

Label:

Memberi Hingga "Sakit"

Baca: Lukas 21:1-4

… janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya (Lukas 21:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 5-7


Ada bermacam suara hati bisa muncul tatkala kita memberi persembahan. ”Sudah pantaskah apa yang saya persembahkan ini?” Atau, ”Sudah benarkah motivasi saya dalam memberi?” Atau, ”Apakah komentar Tuhan atas persembahan saya?” Atau, ”Kiranya Tuhan mengampuni saya atas persembahan sejumlah ini.”

Ketika Yesus melihat orang-orang memberi persembahan, Dia berkata: ”Janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang (kaya) itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya” (ayat 3-4). Ternyata yang dinilai banyak, bukanlah jumlahnya. Perhatikan bahwa dua uang tembaga (atau ”peser”—TB—yang arti harafiahnya: ”tipis”) si janda adalah semua miliknya. Jadi, si janda memberi lebih banyak. Uang tembaga adalah mata uang terkecil; dan si janda (Yunani: khera, artinya: kosong) adalah orang tak berpunya. Walau sedikit, jumlah itu besar bagi si ”kosong”.

Sudut pandang Yesus terhadap persembahan kita sudah pasti bukan soal besarnya jumlah, melainkan besarnya kasih yang memampukan kita untuk mau memberi sampai ”merasa sakit”. Saat  kita berani memberi dengan rela sejumlah persembahan yang ketika diberikan terasa ”sakit”—sebab itu bagian dari penghidupan kita—maka kita tak perlu ragu.  Pemberian yang demikian sangat dihargai oleh Tuhan. Seperti Ibu Teresa pernah menulis: “Satu hal yang saya pinta dari Anda, jangan pernah takut untuk memberi. Namun, jangan memberi dari kelebihan Anda. Berikanlah saat hal itu sukar bagi Anda” 

TUHAN, AJAR SAYA UNTUK TIDAK SEMBARANGAN MEMBERI
TETAPI MEMBERI DENGAN SUNGGUH DARI KASIH SEJATI DI HATI

Label:

Sabtu, 5 November 2011

Kembali lagi,, ternyata hari Sabtu ini tidak jauh berbeda dengan kemarin.. Ternyata hampir semua dari kalian tidak pernah memikirkan orang lain.. Kalian begitu egois dengan segala kebutuhan kalian masing".. Dan aku mulai merasa hari ini perasaan muak'ku mulai memuncak.. Bener" kalian buat aku ga mood banget hari ini..
Aku bener" ga habis pikir dengan kalian.. 
Jujur,, sekarang hampir ga ada kata "care" lagi untuk kalian..

Untuk Abu,, selamat menjalani hidupmu dengan segala kebebalanmu.. Teruskan aja kau lakukan segala kesalahanamu dengan selalu berpegang pada prinsipmu " Tak ada manusia yang sempurna".. Karena kau merasa yang paling benar kan??
Bahkan kau sama sekali ga bisa mempertanggungjwabkan kata"mu.. Cukup aku dan Que saja yang tahu.. Bener" ga isa dipercaya.. Tapi,, ya sudahlah.. Toh aku juga sudah ikhlaskan semua kok.. Mulai sekarang aku adalah aku,, dan kamu adalah kamu..

Untuk Eva,, belajarlah dewasa.. Kamu sudah besar.. Berhentilah berlagak.. Belajarlah juga untuk profesional.. Jangan kau membuat aku muak juga lama"..

Misiku hari inipun dapat dikatakan gagal total.. Aku cukup kecewa..
Aku cuma berharap saja Tuhan berikan kesabaran berlipat kepadaku..

Jumat, 4 November 2011

Ga tau kenapa,, hari ini yang sebenernya jadi hari yang menyenangkan dalam minggu ini malah jadi hari yang menyebalkan...
Beberapa orang membuatku sebel banget hari ini..
Padhala hingga sore hari, aku yakin banget kalo misiku bakalan berhasil dengan baik.. Memang seh,, misi hari ini juga dapat terbilang sukses,, tapi sebenernya diwarnai dengan sedikit emosi.
Hal ini disebabkan gara" ada orang" tertentu yang selalu memaksakan kehendaknya tanpa alasan yang jelas.. Dan ini semua semakin membuat aku muak dengan mereka... Hal" seperti ini juga yang membuat aku merasa tidak nyaman di sana.. 
Bahkan aku semakin membulatkan tekadku untuk tidak berada di sana lagi untuk periode depan..

Mereka seakan memanfaatkan kedudukan mereka untuk kepentingan mereka sendiri.. lalu apa bedanya kalian dengan dengan wakil rakyat-wakil rakyat jahanam itu??
Terus terang aku cukup kecewa..

Mungkin hanya di sini dapat kau teriakkan isi hatiku yang sebenarnya.. Karena aku yakin kalian tidak akan pernah mengerti apa yang kami rasakan..
Dan kalian memang tidak akan  pernah sadar akan apa yang telah kalian lakukan..

Jujur aku,, Elly dan Que hanya bisa bersabar melihat semuanya ini...
Aku berharap waktu yang dapat menjawab semuanya..
Semoga kalian sadar..

Kamis, 03 November 2011

Masa Lalu

Filipi 3:13
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Banyak orang masih terbelenggu dengan apa yang dialami di masa lalu. Karena itu mereka tidak bisa mengungkapkan potensi mereka secara maksimal, sehingga gagal menjadi orang sukses.

Kadang masa lalu itu memang terlalu menyakitkan atau kadang terlalu menyenangkan, sehingga membuat kita sulit untuk melupakannya. Membuat kita tergoda untuk melihat lagi kebelakang, padahal seharusnya kita terus melangkah dan menatap ke depan.

Beberapa hal yang bisa kita lupakan tentang masa lalu di antaranya,
Kegagalan. Jangan pernah menyerah kalau Anda sekarang sedang atau baru saja mengalami kegagalan.

Dosa dan pelanggaran. Banyak orang merasa tidak layak untuk menerima Tuhan di dalam kehidupannya, karena terus menerus melihat dosa dan pelanggaran di masa lalu.


Kepahitan. Belajar mengampuni dan melupakan orang-orang yang pernah menyakiti kita di masa lalu.


Dan yang paling penting yang harus dilupakan yaitu keberhasilan. Banyak orang cepat puas dengan keberhasilan yang diperoleh, sehingga ia malas untuk melangkah, ingin tinggal dan memeluk erat keberhasilan tersebut.


Lupakan apa yang telah Anda alami di masa lalu, baik yang menyakitkan maupun yang menyenangkan, tapi jadikanlah itu pelajaran dan bekal untuk meniti kesuksesan Anda menuju masa depan.

Jadikan pengalaman masa lalu pendorong, bukan menjadi penghalang kesuksesan di masa depan.

Label:

Kamis, 3 November 2011

Aku merasa nothing special  pada hari ini... Semua berjalan sesuai rencana... Misi"ku berjalan sukses hari ini... Cuman mungkin yang perlu aku evaluasi pada hari ini adalah gaya bercandaku yang mungkin juga masih menyakitkan orang lain yang mendengarkannya..

Hari ini juga ada seseorang yang berinisial "Lond" yang nge-share pengalamannya sebagai seorang leader dan mengajarkanku banyak hal mengenai pembelajaran untuk menjadi leader yang lebih baik..
Namun,, disini aku bener" belum tersentuh.. Bahkan aku masih belum menemukan apa yang harus aku perjuangkan dari semuanya itu.. 
Aku bahkan sama sekali tidak berharap untuk menemukan jawaban akan apa yang harus aku perjuangkan dalam keadaan di sana...

Aku harap kalian semua bisa mengerti.. Maaf"kanlah aku apabila aku sudah mengecewakan kalian...

Oiiaa,, tugas presentasi MP kukerjakan lembur malam ini...
Semoga besok semuanya dapat berjalan dengan lancar...

God Bless Me 4ever...  :D

Sahabat

sahabat adalah….

seseorang yang selalu datang tanpa kau undang

selalu membantu tanpa kau minta

selalu ada tanpa kau sadari

selalu tersenyum ketika kau marah-marah

selalu membuatmu ceria ketika kau muram

selalu menunggumu meski selalu kau tinggal

selalu sabar meski kau menjengkelkan

sahabat tak selamanya dapat kau jabat

tak selamanya dapat kau sanding di sampingmu

tak selamanya kau dapat menatapnya

dia bisa dimana pun tanpa batas

namun hatinya untukmu

kasihnya tulus dia curahkan untukmu

senyumnya dia persembahkan setiap waktu

meskipun dia tak kau lihat

dia tetap sahabatmu

meskipun dia jauuuuuuhhhhh disana

dia tetap sahabatmu

sahabat tak selalu tepat disisi ragamu

yang jelas,

dia selalu disisi jiwamu!

dialah sahabatku!

sangat terbatas bagi kami tuk bertemu

namun ku dapat rasakan kehadirannya

aku jarang menatap matanya

namun aku tau dia selalu melihatku

dialah sahabatku!

yang selalu membawaku dalam keceriaan

dia selalu ada tanpa ku minta

dia berikan senyuman ketika ku sedih

dia ulurkan tangan ketika ku terjatuh

dialah sahabatku!

yang jauh lebih sempurna dari pada aku

yang mampu mengerti dan memahami aku

tak akan kulupakan dirinya
dialah sahabatku!

Label: