Jeritan Hati
Bagaimana bisa dekat dan setia
Pabila engkau mengasari
Bagaimana simpati bisa mencurah
Pabila engkau selalu merendahkan
Bagaimana percaya bisa hidup
Pabila engkau menghukum layaknya kaulah yang paling sempurna
Bagaimana hati selalu terjaga
Pabila engkau selalu ucap kata yang meluka
Aku menghargai segalanya
Namun mungkin kau lupa satu hal
Pikirkanlah
Dengarkanlahg
Suaraku
Walaupun mungkin tidak sempurna
Semua jerih payah telah kucoba
Selalu mengalir air mata
Tuhan adalah teman saksi Nyata
Kasihanilah jika engkau ingin dikasihani
Janganlah menghina
Janganlah manis di depan dan umpat di belakang
Aku, Dia, Mereka adalah manusia yang punya mata dan rasa
Mungkin kau tidak pernah tahu,
Terkadang ku menangis
Karena mungkin aku sudah sangat letih
Dan aku cukup bersedih
Hatiku rapuh
Hatiku lapuk
Dan ku takkan tunjukkan Amarah
Karena ku tahu
Segala yang berlaku
Tetaplah akan berlaku
Bagaimanapun kodratku
Bukan kamu penentu hidupku
Dia lah ssang penentu hidupku
Label: Puisi

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda