Minggu, 30 Oktober 2011

Minggu, 30 Oktober 2011

Kuawali hari ini dengan bangun pagi.. Badan cukup berat sehh,, dapat dikatakan aku dalam kondisi yang kurang fit.. Namun, aku mencoba untuk tetap melaksanakan aktivitas harianku yang tertunda beberapa hari gara" Dikpeng..
Bersih" kamar yang mulai berdebu adalah aktivitas pertamaku... Upps,, sebelum itu aku ucapin dulu kalimat special buat sohibku "Steven Quentin" yang berulang tahun hari ini.. "Happy Birthday ven.. Wish u all d' Best"..

Oiiaa, aku lupa cerita.. Kemarin ma" datang.. Dan hari ini aku bener" mengosongkan hariku hanya untuk dia.. hehehe :D Paling ga,, dikit" berbakti lah sama ma".. :p
Hari ini aku nemenin ma" ke ITC buat jalan" sekalian beliin adek baju n celana.. 
Awalnya sedikit terpaksa seh.. Tapi aku ga mau bikin ma" kecewa.. Dan senangnya misiku hari ini cukup berhasil.. Di mana aku sama sekali ga memperlihatkan ekspresi wajah kusut di keramaian siang itu... Horeeee...!!!!

Siang itu juga ma" marahin aku.. Katanya sie,, badanku kurusan lagi..  Padahal aku sama sekali ga merasa kurusan koq.. :(
Gpp seh,, kangen banget masa" ketika ma" sama pa" marah" sama aku.. Jadi hari ini kesampaian juga deh diamarahin sama ma".. :p

Sorenya aku ke gereja.. Panas banget di gereja sore ini.. Apalagi banyak gangguan dari ribuan laron yang terbang mengelilingi lampu gereja dan berjatuhan satu persatu.. Yang aku ingat dari kotbah romo tadi adalah pelajaran mengenai hidup.. " Life is a given".. Karena hidup adalah pemberian mulia,, jangan sia-siakan hidupmu.. Isilah hidupmu dengan segala sesuatu yang berguna.. Janganm pernah cemari hidupmu..

Hmm,, satu lagi yang lupa... Aku belum ucapin congratz buat adek'q yang baru jadian ma pacar rahasianya.. Soalnya gengsi seh,, masak kalah sama adek.. T.T
Jadi aku ucapin lewat bantuan blog ini saja.. hehehe :p
Congratz to Malvin Hendrawan yang baru jadian... 


Hari ini, mungkin menjadi hari yang cukup indah buat aku... Semoga esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari ini.. Amen.. 

Creating Patience

Amsal 16:32

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Kualitas kesabaran kita diuji sepanjang waktu. Tanpa kesabaran atau dengan kesabaran yang terbatas, kita mudah frustasi. Mengapa? Banyak hal tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Dengan semakin bersabar, kita bisa menerima apa adanya hal-hal yang tidak bisa diubahkan. Seorang penulis pernah membagikan pengalamannya. Ia terbiasa dengan ketenangan saat harus menulis. Tapi suatu kali saat berusaha berkonsentrasi, ia malah mendapatkan orang-orang yang mengganggunya dengan pertanyaan ini dan itu, yang dengan cepat membuyarkan pikirannya pada pokok yang akan ditulisnya.

Seorang penulis yag lain pernah diuji kesabarannya saat mendapati bengkel tempat ia memperbaiki mobilnya tidak dapat menyelesaikan perbaikannya dengan on time. Daripada marah dan mengomel, ia meresponinya dengan sabar. Ia duduk-duduk dan mulai beristirahat santai - sesuatu yang jarang dapat dilakukannya - sambil menunggu mobilnya selesai.

Hidup menyediakan banyak kesempatan praktik kesabaran tanpa perlu disengaja dibuat. Tapi seseorang pernah menawarkan cara memperbesar kesabaran dengan sengaja, dengan menjadwalkan waktu-waktu khusus ‘latihan kesabaran', dengan tujuan akhir menjadi sabar di kebanyakan waktu. Misalnya, "Hari ini saya tidak akan membiarkan diri terganggu dengan apapun. Saya akan sabar." Menyadari bahwa kesabaran adalah sifat istimewa bagi Tuhan akan menolong kita untuk membulatkan tekad melatihnya. Selain itu kesabaran terbukti sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan atau malah salah satu bentuk kesuksesan itu sendiri.

Cara memperbesar kesabaran Anda adalah dengan melatih diri Anda hari demi hari.

Label:

Indahnya Persahabatan

Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..

By : Sigen

Label:


Sabtu, 29 Oktober 2011

Hari ini adalah hari yang ku tunggu... Karena hari ini adalah hari berakhirnya seluruh rangkaian acara Dikpeng..
Dikpeng ini membuat kondisi badanku kurang fit dan bikin cedera juga seh.. Namun,, sekarang semuanya telah usai.. Saatnya pulang dan menjalankan aktivitas"ku yang normal..

Hmm,, hari ini aku mulai merasa ada sesuatu yang tidak normal dalam diriku.. Sangat sulit aku jelaskan yang sesungguhnya terjadi.. Namun aku mulai berpikir untuk mengambil keputusan untuk lebih membatasi diri lagi.. Karena jujur aku merasa berdosa banget apabila terus kaya gini.. Tak tahu bagaimana awalnya hingga aku terseret terlalu jauh seperti saat ini.. Aku bener" bingung hadapin yang beginian.. Aku ga tau harus mulai dari mana buat jalanin upayaku itu... Belom pernah sebelumnya aku mengalami hal seperti ini..
Ya Tuhan,, aku bener" butuh jawaban.. Bantu aku Tuhan.. :'(

Di sisi lain,, hari ini aku kembali kecewa dengan dia yang berinisia Abu.. Aku ga nyangka aja kalo ternyata Abu berpikiran seperti itu di belakangku... Tapi,, okelah... Aku ga pengen lagi menabur pasir dalam hati lagi.. Terlalu menyedihkan apabila hal itu aku lakukan... Itu akan menambah ketidaknyamananku aja ketika aku bersama dia.. Apalagi kapasitas bertemuku dengan dia terlampau sering..

Oiiiaa,, hari ini aku ngrasa masih ada juga misiku yang ga berjalan dengan baik.. Hari ini wajahku kembali kusut.. Mungkin gara" hari ini terlalu melelahkan buat aku.. Apalagi juga kondisi fisik yang kurang memungkinkan juga seperti cederanya bahuku... Buat naik motor aja sakit.. T.T


Tapi,, mulai besok ga boleh lagi aku kaya gini... Harus bisa lebih baik lagi... Ga boleh gagal lagi pokoknya...!!
Semangat...!!!

Sabtu, 29 Oktober 2011

Mengakui Kesalahan

Amsal 28:13, NIV

Dia yang menyembunyikan pelanggarannya tidak akan makmur, namun mereka yang mengakui dan meninggalkannya mendapatkan belas kasihan.

Saya yakin bahwa tidak ada seorangpun yang luput dari kesalahan. Entah itu disengaja atau tidak, bukan merupakan keinginan atau kelalaian kita. Bahkan dalam level pemimpin sekalipun kita masih rentan terhadap kesalahan.

Biasanya reaksi pertama yang ingin kita lakukan adalah sedapat mungkin menutupinya. Bahkan tidak sedikit godaan untuk memanipulasinya sehingga kita benar-benar dapat terluput dari aib.

Firman renungan hari ini menyatakan, adalah berhikmat jika kita tidak menyembunyikan pelanggaran, tapi kita perlu mengakui dan meninggalkannya. Seringkali kegagalan untuk mengakuinya adalah karena kita telah dilumpuhkan oleh rasa takut terhadap pendapat orang lain. Mungkin kita juga khawatir atau takut akan kemarahan atasan atau konsekuensi dari kesalahan tersebut.

Tetapi bagi Tuhan tidak ada perkara yang tersembunyi. Dengan belajar untuk mengakui kesalahan, maka sesungguhnya kita berjiwa besar. Pemimpin yang besar adalah mereka yang berani mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.

Sekalipun kita merasa malu, mendapat makian, menanggung konsekuensi yang cukup berat, percayalah di balik semuanya itu, Allah sendiri yang akan menghormati iman dan ketaatan kita pada firman-Nya. Dan Ia tidak akan membiarkan hambanya dipermalukan. Orang yang rendah hati bahkan akan ditinggikan-Nya.

Mereka yang berjiwa besar mau mengakui kesalahannya, apakah itu Anda?

Label:

Jumat, 28 Oktober 2011

Hari ini hari yang sebenernya ga aku inginkan buat terjadi.. Dikpeng.. Dengan terpaksa aku berangkat...
Di sini sebenarnya banyak sekali menemukan ketidaknyamanan.. Namun,, mengingat kembali aku harus menjalankan misi"ku.. Aku bener" berjuang buat menutupi segala ketidaknyamanan yang aku rasakan.. Aku ngrasa hari ini merupakan hari yang sangat berat banget.. Segala bentuk ketidaknyamanan ini bener" membuatku ingin berteriak dalam hati.. Ingin rasanya aku pergi secepat mungkin dari tempat ini...

Awalnya,, misi hari ini berjalan lancar sih... Namun,, akhirnya aku menemukan kegagalan kembali dalam menjalankan misi hari ini.. Ternyata masih ada yang merasa bahwa wajahku kusut.. Aku juga merasa sih sebenernya.. Mungkin terlalu berat aja aku jalanin hari ini.. Selain itu,, terlalu banyak tekanan dalam pikiranku hari ini...

Tak tahu harus bagaimana lagi aku hari ini.. Yang jelas,, hari ini cukup mengecewakan bagi aku.. Misi"ku kembali Gagal Total selepas malam.. Aku bener" menyesal banget.. Aku ngrasa makin hari ga tambah menunjukkan peningkatan,, namun malah menunjukkan penurunan..

Hmm,, aku berharap kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi..

Kamis, 27 Oktober 2011

Kamis, 27 Oktober 2011

Hujan pertama kali di pagi hari dalam bulan ini.. Cukup menghambatku buat pergi ke kampus.. Hujan deras berlangsung kira" 15 menit...
Dan itu cukup mempersulitku untuk ke kampus jam 7 pagi gara" harus bikin tugas buat makul MO jam 9...
Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan bagi aku.. Dan jujur saja sedikit suntuk sie..
Dan parahnya juga, hari ini semua misiku gagal total!!
Hari ini entah mengapa aku merasa sangat sulit untuk mengontrol emosiku.. 2 kali terhitung sudah aku meluapkan emosiku dengan umpatan.. Dan 2 kali juga aku berbicara dengan nada tinggi karena emosi..
Untung saja masih ada orang yang senantiasa mengingatkanku untuk bersabar..

Hari ini aku harus melakukan aktivitas yang sebenarnya sangat tidak aku sukai/ dapat aku katakan aku benci akan hal ini...
Tapi ini semua kulakukan buat someone special dalam hidupku.. Dan mungkin hanya Elly yang tahu tentang ini.. Dan hebatnya aku merasa kali ini tidak se-memuak'kan dengan yang sebelum-sebelumnya.. Aku merasa lebih enjoy kali ini.. Jadi bisa dikatakan ini sebagai kemajuan sih.. hehehe :p 

Namun, hari ini aku juga merasa sedikit kecewa sie sama orang yang berinisial Abu..
Dia orang yang selama ini aku kagumi akan segala kebijakannya.. Dan aku merasa sesuatu telah terjadi padanya sehingga ada yang berubah dari dia.. Dia seolah telah menutup hati, pikiran dan akal sehatnya untuk yang satu ini.. 
Aku sadar sie,,sebenarnya aku ga berhak untuk ikut campur dengan segala masalahnya.. Namun ini sebatas tanda aku care sama dia..
Tapi apa boleh daya, dia punya sudut pandang dan pendapat yang lain untuk yang satu ini..
Aku hanya bisa berdoa, semoga keputusan yang dia ambil selama ini tepat dan ga menimbulkan penyesalan di akhirnya.. Aku hanya bisa mendukungnya dari belakang.. Aku hanya berharap yang terbaik saja untuk dia..

Aku hanya bisa berpesan Abu.. Jangan selalu memandang hal negative dari sudut pandang positive.. Apabila itu terjadi,, itu bukanlah hal yang mendidik.. Itu yang mungkin akan lebih membutakan dia yang melakukan hal tersebut merasa dibenarkan.. 
Semoga kau dapat pertimbangkan kembali keputusanmu..

Oooo iaaa.. Hari ini adalah malam dimana aku harus mempersiapkan kebutuhan untuk DikPeng besok.. Sebenernya aku gag terlalu tertarik sie dengan DikPeng ini... Kalau saja disuruh untuk memilih,, terus terang aku pilih untuk gag ikut...
Tapi daripada ga isa ikut KRS aktivis... Terpaksa ngikut deh...

Dan ketika aku sedang dalam keadaan termenung malam ini,, aku sadar akan segala kesalahan" yang hari ini telah aku lakukan...
Aku merasa sangat kecewa dengan diriku sendiri.. Bahkan hari ini misi untuk selalu menampilkan ekspresi wajah ceria'pun gagal.. Sempet terlihat kusut banget seh tadi...

Mulai besok,, aku harus bener" berusaha lagi buat jalanin misiku..
Ga boleh ada kata "Gagal" lagi buat aku..!!!

Ayo Henry,, kamu pasti BISA...!!!

Kebenaran Tentang Ujian

Roma 5:4
Dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Meski kadang terasa tidak mengenakkan, kita semua pasti mengalami ujian di setiap taraf pertumbuhan di sepanjang kehidupan. Misalnya, untuk bisa naik kelas dan lulus sekolah dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi, harus ada ujian yang dihadapi. Untuk masuk sebuah perusahaan yang diidamkan, Anda harus melewati ujian psikotes, wawancara, tes kesehatan, dan lain-lain. Demikian juga dalam kehidupan. Ada berbagai macam tes yang harus dihadapi dan diselesaikan agar level kedewasaan rohani kita naik. Pendeknya, ujian biasanya mendahului peningkatan jenjang.

Sasaran kita adalah harus lulus dalam setiap ujian itu. Dalam Roma 5:4 dikatakan saat kita bertahan melewati semua ujian yang diwajibkan bagi kita, pada akhirnya kita akan mendapatkan pengharapan yang tidak akan pernah mengecewakan. Mengapa? Karena pengharapan itu ada di dalam Kristus.

Karena sebagaimana sebuah produk tidak akan pernah dipakai sebelum diuji coba, demikianlah juga dengan kita. Jadi, mari kita hadapi ujian apapun yang Tuhan ijinkan terjadi pada kita saat ini. Ingatlah, bahwa hal tersebut dibutuhkan agar kita siap dipakainya pada saat yang tepat. Setelah kita tahan uji, kita akan memperoleh kemenangan yang pasti dan pengharapan dalam Kristus yang tidak akan pernah mengecewakan.

Ujian akan membawa Anda kepada kaki-Nya. Tetaplah di sana, maka pengharapan itu sungguh ada.

Label:

Kunci Pemulihan Rohani

2 Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Ibarat sebuah perjalanan, kehidupan rohani kita kadang-kadang mengalami ‘kelelahan' juga. Pada saat-saat seperti itu, tidak jarang kita mengalami stagnasi, atau bahkan kemunduran rohani. Kita merasa seolah-olah Tuhan jauh dan tidak menolong. Pekerjaan yang kita lakukan mendadak tak terkendali. Doa-doa kita seperti menghantam tembok. Tiba-tiba saja saudara-saudara seiman juga bersembunyi entah di mana. Lalu kita jatuh ke dalam dosa dan kerohanian kita dicemari dosa itu.

Dalam Perjanjian Lama orang mentahirkan diri dengan perbuatan-perbuatan lahiriah. Misalnya menghindari bersentuhan dengan orang lain, melaksanakan pantangan untuk tidak makan makanan tertentu, dan berbagai kegiatan ritual lainnya.

Menurut nats yang kita baca di atas, keterlibatan kita dalam mengambil keputusan sangat berperan dalam pemulihan rohani kita. Selama ini kita sering menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan, jika kita berada di dalam keterpurukan rohani. Rekan-rekan kerja kita sering menjadi tumpuan kekesalan ketika kekeringan rohani itu datang.

Seorang hamba Tuhan berkata bahwa kunci pemulihan dan kebangunan rohani adalah ketika kita masuk kamar, mengunci pintu dan mulai berdoa secara pribadi. Tanpa bermaksud mengabaikan peran orang lain, selama ini kita mungkin selalu bergantung pada orang lain agar ‘mengeluarkan' kita dari krisis rohani. Tetapi tanpa didasari oleh komitmen dan keputusan pribadi, rasanya mustahil jika pemulihan rohani akan terjadi.

Tanpa komitmen dan keputusan pribadi, maka mustahil pemulihan rohani akan terjadi.

Label:

Rabu, 26 Oktober 2011

Jeritan Hati

Bagaimana bisa dekat dan setia
Pabila engkau mengasari

Bagaimana  simpati bisa mencurah
Pabila engkau selalu merendahkan

Bagaimana percaya bisa hidup
Pabila engkau menghukum layaknya kaulah yang paling sempurna

Bagaimana hati selalu terjaga
Pabila engkau selalu ucap kata yang meluka

Aku menghargai segalanya
Namun mungkin kau lupa satu hal

Pikirkanlah
Dengarkanlahg
Suaraku

Walaupun mungkin tidak sempurna
Semua jerih payah telah kucoba
Selalu mengalir air mata
Tuhan adalah teman saksi Nyata

Kasihanilah jika engkau ingin dikasihani
Janganlah menghina
Janganlah manis di depan dan umpat di belakang


Aku, Dia, Mereka adalah manusia yang punya mata dan rasa
Mungkin kau tidak pernah tahu,
Terkadang ku menangis

Karena mungkin aku sudah sangat letih
Dan aku cukup bersedih

Hatiku rapuh
Hatiku lapuk

Dan ku takkan tunjukkan Amarah
Karena ku tahu
Segala yang berlaku
Tetaplah akan berlaku

Bagaimanapun kodratku
Bukan kamu penentu hidupku
Dia lah ssang penentu hidupku

Label:

Rabu, 26 Oktober 2011

Rabu,, 26 Oktober 2011.. hari yang cukup cerah.. Secerah aku menjalani seluruh rangkaian aktivitasku hari ini.. Mmm,, memang sedikit panas sie hari ini.. Apalagi makul hari ini buat aku bosen banget.. 

Di tengah" kuliah Perpajakan,, aq dapet BM dari someone berinisial Pika.. Di dalam broadcast tersebut berisi :

Cewe itu...
Kalau dia bilang :
"Aku takut" = Minta ditemenin
"Masa sih?" = Gw tau lo bohong
"Aku tau km sk sama dia" = Kenapa ga gw aja
"Terserah deh" = Ngertiin dong
"Hari ini pergi ga?" = Main yuk!!
"Bukan salah km kok, salah aku" = Sebenernya sih elu
"Ya udah deh" = Ga mau memperpanjang masalah
"Kamu berubah ya sekarang" = Gw kangen elo yang dulu
"Cuma ga enak badan kok" = Sebenernya minta perhatian elo
"Ga ah. ntar ada yang marah" = Pengen liat ekspresi elo
"Ga kok, aku ga marah" = Dah tahu marah, nanya lagi!?
"Sibuk ya?" = Kapan ada waktu buat gw?? :(
Cewe itu...
Isi hatinya :
Sakit hati tetap tegar...
Kecewa tapi tetep sabar...
Hatinya nangis tapi tetep tersenyum...
Bilang ga butuh,, padahal butuh...
Bilang "fine" padahal enggak...

Cewe itu...
Paling ga suka kalau :
Cerita panjang lebar cuma dijawab dengan kata "oh"...
Bosen denger cerita cowo kita tentang mantannya...
Males di sama-samain sama mantan dia...

Note :
Perasaan cewe tuh lembut banget, kalau sekali disakitin rasanya bakalan sakit banget.. Apalagi kalau sampai terluka.. Makanya cewek suka menangis...

Cewe nagis bukan karena cengeng,, tapi mereka punya perasaan..
Cewe emang kalah kekuatan fisik sama cowo,, tapi cowo kalah kekuatan hati sama cewe..

Save the Girl!! ;) Jaga banget namanya perasaan ke cewe... YES??!!


Setelah baca BM ini,, aku bener" tersentuh.. Aku bener" nyadar,, mungkin ini salah satu alasan si FN ga isa nerima aku kembali... Gara" aku ga paham akan hal" diatas.. Aku sama sekali ga peka dengan keadaan" seperti yang tertulis diatas ketika aku masih bersama dia.. Dan sekarang aku mulai paham.. Aku ga pengen kaya gini lagi dan berjanji ga akan nglakuin kesalahan" ini buat ke-2 kalinya..


Hari ini,, setelah selesai kelas AB,, aku menghabiskan waktuku sampai malam untuk bener" mengembalikan rasa nyaman diriku dengan anak" yang mungkin beberapa hari ini sedikit memudar..
Aku merasa senang juga.. Hari ini aku merasa misi"ku dapat berjalan dengan baik...
Bahkan aku menyadari juga bahwa tersenyum itu sesungguhnya selain menjauhkanku dari masalah ternyata juga mampu menyembuhkan penyakit..
Awalnya aku merasa kepalaku sedikit pusing ketika mengikuti mata kuliah AB.. Namun,, gara" aku berusaha menjalankan semua misi"ku untuk selalu tersenyum kepada mereka semua,, rasa sakit dalam kepala itu secara tidak langsung menghilang dengan sendirinya..
Jadi,, mulai hari ini aku bener" bulatin kembali tekadku untuk selalu tersenyum dalam situasi apapun.. Aku yakin dengan selalu tersenyum,, merekapun akan merasa nyaman denganku..


Selasa, 25 Oktober 2011

Selasa, 25 Oktober 2011

Hari ini lembaran baru telah terbuka.. Selasa, dimana setiap hari ini kampus mewajibkan para pengurus Ormawa pake pakaian profesional.. Sebenernya cukup gerah sie,, apalagi suhu siang ini hampir mencapai 40 derajat.. Tapi, tak apalah.. Itung" membiasakan diri ketika di dunia kerja nanti..
Hari ini juga, misiku tetep aku jalanin... 
Untuk hari ini,, aku merasa aman" aja.. Semuanya masih dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.. Selain itu, sedikit demi sedikit aku mulai mampu menemukan cara untuk menghilangkan pasir di dalam hati yang secara sengaja ataupun tidak sengaja terpendam di sana.. Kali ini aku bener" berusaha membuat perasaanku jadi nyaman ketika berhadapan dengannya.. Dan disinilah juga sedikit demi sedikit aku juga dapat belajar untuk "ikhlas" dalam memaafkan..

Aku terus berharap,, kedepannya aku mampu untuk terus mempertahankan keadaan seperti ini..

Namun,, hari ini aku masih menemukan 1 hal yang sebenernya harus dan wajib untuk kurubah.. Aku bener" males banget sama kuliah yang berbau hitung menghitung.. Dan sampai sekarangpun aku masi bingung gimana cara mengatasi hal" seperti ini...

Senin, 24 Oktober 2011

Hari ini hari pertamaku menjalani semua misi"ku untuk mengubah diriku menjadi lebih baik..
Aku bener" berniat menahan setiap gerak-gerik dan perkataanku,, menahan emosiku untuk seharian ini...
Namun,, dihari pertama aku menjalankan niatku ini,, aku merasa semakin banyak saja godaan yang membuat aku membatalkan niatku.. Aku bertemu dengan orang" yang mungkin menurutku sedikit "menyebalkan" dan membuat aku merasa kecewa..

Aku merasa hari ini aku mengalami kegagalan dalam menjalankan misi"ku.. Salah satunya aku kurang berhasil untuk menampilkan ekspresi wajah yang menunjukkan aku selalu berada dalam kondisi tanpa masalah.. Namun hari ini aku bener" berjuang keras untuk ini.. Hal ini begitu sulit buat aku.. Ini hal baru bagi aku,, dimana aku harus bener" membohongi perasaanku,, dimana aku harus menutupi setiap jeritanku..
Sebenernya aku ga bener" ingin untuk nglakuin ini semua.. Tapi, aku merasa keadaan yang mengharuskanku melakukan seperti ini...
Aku mulai merasakan bahwa mereka sama sekali tidak mengenal,, tidak mengerti,, dan tidak paham akan aku.. Hal ini yang menyebabkan aku berpikir bahwa, apabila mereka tidak dapat mengerti akan aku,, maka akulah yang harus mampu untuk mengerti mereka.. Aku rasa itulah yang mereka inginkan.. Dan aku dpat pastikan mulai hari ini mereka tidak akan pernah tahu lagi apa yang sebenarnya aku rasakan...

Hari ini juga,, aku bersyukur masih memiliki teman" yang selalu ngedukung aku,, selalu ingetin aku dalam setiap tindakanku..
dia yang berinisial Ely yang mengajarkanku tentang kepahitan dalam hati seperti menaruh genggaman pasir dalam hati.. Dalam setiap gerakan akan menimbulkan gesekan dan semakin lama akan menggores semakin dalam.. Aku semakin disadarkan saja untuk tidak lagi memendam kebencian seperti menaruh genggaman pasir dalam hati..

Selain itu aku juga belajar banyak dari dia yang berinisial Que tentang kesabaran yang sebenarnya..

Semoga dengan berlalunya hari ini,, aku semakin mampu untuk menjadi pribadi yang benar-benar aku inginkan..

Minggu, 23 Oktober 2011

Minggu, 23 Oktober 2011..
Hari dimana aku mulai benar-benar di sadarkan setelah aku melakukan perenungan...
Aku merasa bener" butuh pencerahan pada hari ini.. Aku merasa semakin harinya aku ini semakin jauh saja dari-Nya.. Dan aku merasa menyesal...
Mungkin ini memang penyesalan yang sedikit terlambat.. Namun, aku rasa ini jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.. Aku berharap meskipun sedikit terlambat usahaku
untuk mengubah hidupku menjadi lebih baik , usahaku  ini dapat terus berjalan..
Dan aku bener" butuh dukungan untuk ini semua..
Aku bertekad, mulai besok aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi..